Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 4590

Kitab: Huruf dan bacaan

Bab: Bab

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سُلَيْمٍ عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ كَثِيرٍ عَنْ عَاصِمِ بْنِ لَقِيطِ بْنِ صَبِرَةَ عَنْ أَبِيهِ لَقِيطِ بْنِ صَبِرَةَ قَالَ
كُنْتُ وَافِدَ بَنِي الْمُنْتَفِقِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ فَقَالَ يَعْنِي النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَحْسِبَنَّ وَلَمْ يَقُلْ لَا تَحْسَبَنَّ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id[1] telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sulaim[2] dari Isma'il bin Katsir[3] dari 'Ashim bin Laqith bin Shabirah[4] dari ayahnya Laqith bin Shabirah[5] ia berkata, "Dahulu aku pernah menjadi delegasi Bani Al Muntafiq kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam…kemudian ia menyebutkan hadits. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kemudian mengucapkan: "'LAA TAHSIBANNA', bukan 'LAA TAHSABANNA'."

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Qutaibah bin Sa'id bin Jamil bin Tharif bin 'Abdullah , Ats Tsaqafiy Al Baghlaniy, Abu Raja', Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 240 H, hidup di Himsh.
  2. [2] Yahya bin Sulaim, Ath Tha'ifiy Al Qurasyiy, Abu Muhammad, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 193 H, hidup di Marur Rawdz, wafat di Marur Rawdz.
  3. [3] Isma'il bin Katsir , Al Hijaziy, Abu Hasyim, Tabi'in (tdk jumpa Shahabat), hidup di Marur Rawdz.
  4. [4] Ashim bin Laqith bin Shabirah, Al 'Aqiliy, Tabi'in kalangan pertengahan, hidup di Hijaz.
  5. [5] Laqith bin Shabirah bin 'Abdullah bin Al Muntafiq bin 'Amir, Al 'Aqiliy, Abu Razin, Shahabat, hidup di Tha'if.