Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 4590

Kitab: Pembebasan budak

Bab: Orang yang membebaskan budak yang menjadi bagiannya

حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ الطَّيَالِسِيُّ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ الْمَعْنَى أَخْبَرَنَا هَمَّامٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي الْمَلِيحِ قَالَ أَبُو الْوَلِيدِ عَنْ أَبِيهِ
أَنَّ رَجُلًا أَعْتَقَ شِقْصًا لَهُ مِنْ غُلَامٍ فَذُكِرَ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَيْسَ لِلَّهِ شَرِيكٌ زَادَ ابْنُ كَثِيرٍ فِي حَدِيثِهِ فَأَجَازَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِتْقَهُ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Walid Ath Thayalisi[1] telah menceritakan kepada kami Hammam[2]. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Katsir[3] secara makna, telah mengabarkan kepada kami Hammam[2] dari Qatadah[5] dari Abu Al Malih[6], Abu Al Walid berkata dari Ayahnya[7], bahwa seorang laki-laki telah memerdekakan bagiannya dari seorang budak. Kemudian hal tersebut diceritakan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, maka beliau bersabda: "Allah tidak memiliki sekutu." Ibnu Katsir menambahkan dalam haditsnya, "Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memperbolehkan untuk membebaskannya."

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. 1] Hisyam bin 'Abdul Mallik, Ath Thayalisiy Al Bahiliy, Abu Al Walid, Shahabat, wafat tahun 227 H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah.
  2. [2] Hammam bin Yahya bin Dinar, Al Azdiy Al 'Awdziy, Abu 'Abdullah , Tabi'in (tdk jumpa Shahabat), wafat tahun 165 H, hidup di Bashrah .
  3. [3] Muhammad bin Katsir , Al 'Abdiy, Abu 'Abdullah , Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 223 H, hidup di Bashrah.
  4. [4] Hammam bin Yahya bin Dinar, Al Azdiy Al 'Awdziy, Abu 'Abdullah , Tabi'in (tdk jumpa Shahabat), wafat tahun 165 H, hidup di Bashrah .
  5. [5] Qatadah bin Da'amah bin Qatadah, As Sadusiy, Abu Al Khaththab, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 117 H, hidup di Bashrah, wafat di Hait.
  6. [6] Amir bin Usamah bin 'Umair, Al Hadzaliy, Abu Al Malih, Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 98 H, hidup di Bashrah.
  7. [7] Usamah bin 'Umair bin 'Amir, Al Hadzaliy, Shahabat, hidup di Bashrah.