Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 4590

Kitab: Peradilan

Bab: Pemenjaraan karena hutang dan selainnya

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ النُّفَيْلِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ وَبْرِ بْنِ أَبِي دُلَيْلَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ مَيْمُونٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ الشَّرِيدِ عَنْ أَبِيهِ
عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيُّ الْوَاجِدِ يُحِلُّ عِرْضَهُ وَعُقُوبَتَهُ
قَالَ ابْنُ الْمُبَارَكِ يُحِلُّ عِرْضُهُ يُغَلَّظُ لَهُ وَعُقُوبَتَهُ يُحْبَسُ لَهُ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad An Nufaili[1] telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Al Mubarak[2] dari Wabr bin Abu Dulailah[3] dari Muhammad bin Maimun[4] dari 'Amru bin Asy Syarid[5] dari Ayahnya[6] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Orang mampu yang menunda pembayaran hutangnya, maka kehormatan dan hukuman telah halal untuknya." Ibnu Al Mubarak berkata, "Halal kehormatannya maksudnya boleh untuk mengeraskan suara (mencela), dan halal hukumannya maksudnya adalah memenjarakannya."

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Abdullah bin Muhammad bin 'Ali bin Nufail, An Nufailiy Al Qudlo'iy, Abu Ja'far, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 234 H, hidup di Jazirah.
  2. [2] Abdullah bin Al Mubarak bin Wadlih, Al Hanzhaliy Al Marwaziy, Abu 'Abdur Rahman, Abdan, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 181 H, hidup di Himash, wafat di Herrat.
  3. [3] Wabir bin Abi Dulailah Muslim, Ath Tha'ifiy, Tabi'in kalangan biasa, hidup di Tha'if.
  4. [4] Muhammad bin 'Abdullah bin Maimun, Ath Tha'ifiy, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, hidup di Tha'if.
  5. [5] Amru bin Asy Syarid bin Suwaid, Ats Tsaqafiy, Abu Al Walid, Tabi'in kalangan pertengahan, hidup di Tha'if.
  6. [6] Asy Syarid bin Suwaid, Shahabat.