Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 4590

Kitab: Peradilan

Bab: Orang yang persaksiannya tidak dianggap

حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَاشِدٍ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ مُوسَى عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَدَّ شَهَادَةَ الْخَائِنِ وَالْخَائِنَةِ وَذِي الْغِمْرِ عَلَى أَخِيهِ وَرَدَّ شَهَادَةَ الْقَانِعِ لِأَهْلِ الْبَيْتِ وَأَجَازَهَا لِغَيْرِهِمْ
قَالَ أَبُو دَاوُد الْغِمْرُ الْحِنَةُ وَالشَّحْنَاءُ وَالْقَانِعُ الْأَجِيرُ التَّابِعُ مِثْلُ الْأَجِيرِ الْخَاصِّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ خَلَفِ بْنِ طَارِقٍ الرَّازِيُّ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ عُبَيْدٍ الْخُزَاعِيُّ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ مُوسَى بِإِسْنَادِهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَجُوزُ شَهَادَةُ خَائِنٍ وَلَا خَائِنَةٍ وَلَا زَانٍ وَلَا زَانِيَةٍ وَلَا ذِي غِمْرٍ عَلَى أَخِيهِ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Hafsh bin Umar[1] telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rasyid[2] telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Musa[3] dari 'Amru bin Syu'aib[4] dari Ayahnya[5] dari Kakeknya[6] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah menolak persaksian orang laki-laki dan perempuan yang berkhianat serta orang yang memiliki kedengkian terhadap saudaranya. Dan beliau menolak persaksian orang yang bekerja untuk penghuni rumah, dan beliau memperbolehkan persaksian tersebut untuk orang selain mereka." Abu Daud berkata, "Al Ghimru adalah permusuhan dan kebencian, sedangkan Al Qani' adalah buruh yang mengikuti seperti buruh special." Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Khalaf bin Thariq Ar Razi[7] telah menceritakan kepada kami Zaid bin Yahya bin 'Ubaid Al Khuza'i[8] telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Abdul 'Aziz[9] dari Sulaiman bin Musa[3] dengan sanadnya, ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak boleh persaksian seorang laki-laki dan wanita yang berkhianat, dan tidak pula laki-laki serta wanita pezina dan orang yang memiliki kedengkian terhadap saudaranya."

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Hafsh bin 'Umar bin Al Harits bin Sakhbarah, Abu 'Umar, Al Hawdliy, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 225 H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah.
  2. [2] Muhammad bin Raosyid, Al Khuza'iy Asy Syamiy, Abu 'Abdullah , Al Makhuliy, Tabi'in kalangan biasa, hidup di Bashrah.
  3. [3] Sulaiman bin Musa, Al Umawiy Ad Damsyiqiy, Abu Ayyub, Al Asydaq, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 115 H, hidup di Syam.
  4. [4] Amru bin Syu'aib bin Muhammad bin 'Abdullah bin 'Amru , Al Qurasyiy As Sahmiy, Abu Ibrahim, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 118 H, hidup di Marur Rawdz.
  5. [5] Syu'aib bin 'Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash, Al Qurasyiy As Sahmiy, Tabi'in kalangan pertengahan, hidup di Hijaz.
  6. [6] Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash bin Wa'il, As Sahmiy Al Qurasyiy, Abu Muhammad, Shahabat, wafat tahun 63 H, hidup di Maru, wafat di Tha'if.
  7. [7] Muhammad bin Khalaf bin Thariq, Ad Dariy Al Bairutiy, Abu 'Abdullah , Tabi'ul Atba' kalangan pertengahan, hidup di Syam.
  8. [8] Zaid bin Yahya bin 'Ubaid, Al Khaza'i Ad Dimasyqi, Abu 'Abdullah, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 207 H, hidup di Syam.
  9. [9] Sa'id bin 'Abdul 'Aziz bin Abi Yahya, At Tanukhiy, Abu Muhammad, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 167 H, hidup di Syam.
  10. [10] Sulaiman bin Musa, Al Umawiy Ad Damsyiqiy, Abu Ayyub, Al Asydaq, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 115 H, hidup di Syam.