Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 4590

Kitab: Peradilan

Bab: Penjelasan tentang ash shulh (perjanjian damai)

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ الْمَهْرِيُّ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ ح و حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الْوَاحِدِ الدِّمَشْقِيُّ حَدَّثَنَا مَرْوَانُ يَعْنِي ابْنَ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ أَوْ عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ شَكَّ الشَّيْخُ عَنْ كَثِيرِ بْنِ زَيْدٍ عَنْ الْوَلِيدِ بْنِ رَبَاحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصُّلْحُ جَائِزٌ بَيْنَ الْمُسْلِمِينَ زَادَ أَحْمَدُ إِلَّا صُلْحًا أَحَلَّ حَرَامًا أَوْ حَرَّمَ حَلَالًا وَزَادَ سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُسْلِمُونَ عَلَى شُرُوطِهِمْ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Daud Al Mahri[1] telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb[2] telah mengabarkan kepadaku Sulaiman bin Bilal[3]. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Abdul Wahid Ad Dimasyqi[4] telah menceritakan kepada kami Marwan bin Muhammad[5] telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Bilal[3] atau Abdul Aziz bin Muhammad[7] -Syeikh merasa ragu- dari Katsir bin Zaid[8] dari Al Walid bin Rabah[9] dari Abu Hurairah[10] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Perjanjian damai diperbolehkan di antara orang-orang Muslim." Ahmad menambahkan, "kecuali perjanjian damai yang menghalalkan sesuatu yang haram atau mengharamkan yang halal." Sedangkan Sulaiman bin Daud[11] menambahkan, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang-orang Muslim terikat di atas syarat-syarat mereka."

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Sulaiman bin Daud bin Hammad bin Sa'ad, Al Mahri, Abu Ar Rabi', Tabi'ul Atba' kalangan pertengahan, wafat tahun 253 H, hidup di Maru.
  2. [2] Abdullah bin Wahab bin Muslim, Al Qurasyiy, Abu Muhammad, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 197 H, hidup di Maru, wafat di Maru.
  3. [3] Sulaiman bin Bilal, At Taymiy Al Qurasyiy, Abu Muhammad, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 172 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.
  4. [4] Ahmad bin 'Abdul Wahid bin Waqid, At Tamimiy Ad Damasyqiy, Abu 'Abdullah , Abu 'Abuud, Tabi'ul Atba' kalangan pertengahan, wafat tahun 254 H, hidup di Syam.
  5. [5] Marwan bin Muhammad bin Hassan, Al Asadiy Ath Thathiriy, Abu Bakar, Tabi'in (tdk jumpa Shahabat), wafat tahun 210 H, hidup di Syam.
  6. [6] Sulaiman bin Daud bin Hammad bin Sa'ad, Al Mahri, Abu Ar Rabi', Tabi'ul Atba' kalangan pertengahan, wafat tahun 253 H, hidup di Maru.
  7. [7] Abdul 'Aziz bin Muhammad bin 'Ubaid bin Abi 'Ubaid, Ad Darawardiy, Abu Muhammad, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 187 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.
  8. [8] Katsir bin Zaid, Al Aslamiy As Sahmiy, Abu Muhammad, Ibnu Shafinah, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 158 H, hidup di Madinah.
  9. [9] Al Walid bin Rabah, Abu Al Baddah, Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 117 H, hidup di Madinah.
  10. [10] Abdur Rahman bin Shakhr, Ad Dawsiy Al Yamaniy, Abu Hurairah, Shahabat, wafat tahun 57 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.
  11. [11] Sulaiman bin Daud bin Hammad bin Sa'ad, Al Mahri, Abu Ar Rabi', Tabi'ul Atba' kalangan pertengahan, wafat tahun 253 H, hidup di Maru.