Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 4590

Kitab: Jual beli

Bab: Penjelasan tentang jual beli dengan cara salam

حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ ح و حَدَّثَنَا ابْنُ كَثِيرٍ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ أَخْبَرَنِي مُحَمَّدٌ أَوْ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُجَالِدٍ قَالَ
اخْتَلَفَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ شَدَّادٍ وَأَبُو بُرْدَةَ فِي السَّلَفِ فَبَعَثُونِي إِلَى ابْنِ أَبِي أَوْفَى فَسَأَلْتُهُ فَقَالَ إِنْ كُنَّا نُسْلِفُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ فِي الْحِنْطَةِ وَالشَّعِيرِ وَالتَّمْرِ وَالزَّبِيبِ زَادَ ابْنُ كَثِيرٍ إِلَى قَوْمٍ مَا هُوَ عِنْدَهُمْ ثُمَّ اتَّفَقَا وَسَأَلْتُ ابْنَ أَبْزَي فَقَالَ مِثْلَ ذَلِكَ
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى وَابْنُ مَهْدِيٍّ قَالَا حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي الْمُجَالِدِ وَقَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ ابْنِ أَبِي الْمُجَالِدِ بِهَذَا الْحَدِيثِ قَالَ عِنْدَ قَوْمٍ مَا هُوَ عِنْدَهُمْ قَالَ أَبُو دَاوُد الصَّوَابُ ابْنُ أَبِي الْمُجَالِدِ وَشُعْبَةُ أَخْطَأَ فِيهِ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Hafsh bin Umar[1] telah menceritakan kepada kami Syu'bah[2]. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Ibnu Katsir[3] telah mengabarkan kepada kami Syu'bah[2] telah mengabarkan kepadaku Muhammad atau Abdullah bin Mujalid[5] ia berkata, "Abdullah bin Syaddad dan Abu Burdah berselisih mengenai jual beli salaf. Kemudian mereka mengirim aku kepada Ibnu Abu Aufa untuk bertanya kepadanya. Ibnu Abu Aufa[6] lalu berkata, "Pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, Abu Bakar dan Umar kami pernah menjual jewawut, kurma dan kismis secara salaf - Ibnu Katsir[3] menambahkan- kepada suatu kaum yang tidak memiliki barang tersebut -Kemudian keduanya sepakat pada lafazh-, dan aku bertanya kepada Ibnu Abza[8], lalu ia mengatakan seperti itu." Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar[9] Telah menceritakan kepada kami Yahya[10] dan Ibnu Mahdi[11] mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Syu'bah[2] dari Abdullah bin Abu Al Mujalid[13] dan Abdurrahman menyebutkan hadits ini dari Ibnu Abu Al Mujalid. Ia berkata, "Pada suatu kaum yang tidak memiliki barang tersebut." Abu Daud berkata, "Yang benar adalah Ibnu Abu Al Mujalid, dan Syu'bah dalam hal ini."

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Hafsh bin 'Umar bin Al Harits bin Sakhbarah, Abu 'Umar, Al Hawdliy, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 225 H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah.
  2. [2] Syu'bah bin Al Hajjaj bin Al Warad, Al Azdiy Al Wasithiy, Abu Bistham, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 160 H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah.
  3. [3] Muhammad bin Katsir , Al 'Abdiy, Abu 'Abdullah , Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 223 H, hidup di Bashrah.
  4. [4] Syu'bah bin Al Hajjaj bin Al Warad, Al Azdiy Al Wasithiy, Abu Bistham, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 160 H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah.
  5. [5] Abdullah bin Abi Al Mujalid, Al Kufiy, Maula 'Abdullah bin Abi 'Aufaa, Tabi'in kalangan biasa, hidup di Kufah.
  6. [6] Abdullah bin Abi Awfaa 'Alqamah bin Khalid, Al Aslamiy Al Madaniy, Abu Ibrahim, Shahabat, wafat tahun 87 H, hidup di Kufah, wafat di Kufah.
  7. [7] Muhammad bin Katsir , Al 'Abdiy, Abu 'Abdullah , Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 223 H, hidup di Bashrah.
  8. [8] Abdur Rahman bin Abzaa, Al Khuza'iy, Shahabat, hidup di Kufah.
  9. [9] Muhammad bin Basysyar bin 'Utsman, Al 'Abdiy, Abu Bakar, Bindar, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 252 H, hidup di Bashrah.
  10. [10] Yahya bin Sa'id bin Farrukh, Al Qaththan At Tamimiy, Abu Sa'id, Al Ahwal, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 198 H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah.
  11. [11] Abdur Rahman bin Mahdiy bin Hassan bin 'Abdur Rahman, Al 'Anbariy Al Lu'lu'iy, Abu Sa'id, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 198 H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah.
  12. [12] Syu'bah bin Al Hajjaj bin Al Warad, Al Azdiy Al Wasithiy, Abu Bistham, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 160 H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah.
  13. [13] Abdullah bin Abi Al Mujalid, Al Kufiy, Maula 'Abdullah bin Abi 'Aufaa, Tabi'in kalangan biasa, hidup di Kufah.