Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 4590

Kitab: Pajak, kepemimpinan dan fai

Bab: Penjelasan tentang jizyah

حَدَّثَنَا الْعَبَّاسُ بْنُ عَبْدِ الْعَظِيمِ حَدَّثَنَا سَهْلُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي زَائِدَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَقَ عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُمَرَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ وَعَنْ عُثْمَانَ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ خَالِدَ بْنَ الْوَلِيدِ إِلَى أُكَيْدِرِ دُومَةَ فَأُخِذَ فَأَتَوْهُ بِهِ فَحَقَنَ لَهُ دَمَهُ وَصَالَحَهُ عَلَى الْجِزْيَةِ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Al Abbas bin Abdul 'Azhim[1], telah menceritakan kepada kami Sahl bin Muhammad[2], telah menceritakan kepada kami Yahya bin Abu Zaidah[3], dari Muhammad bin Ishaq[4] dari 'Ashim bin Umar[5], dari Anas bin Malik[6], dan dari Utsman bin Abu Sulaiman[7], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah mengirimkan Khalid bin Al Walid ke Ukaidir Dumah, kemudian ia ditangkap, lalu mereka membawanya kepada beliau. Kemudian beliau memampatkan darahnya dan berdamai dengan syarat ia memberikan jizyah.

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. 1] Abbas bin 'Abdul 'Azhim, Al 'Anbariy, Abu Al Fadlol, Tabi'ul Atba' kalangan pertengahan, wafat tahun 246 H, hidup di Bashrah.
  2. [2] Sahal bin Muhammad bin Az Zubair, Al 'Askariy, Abu Sa'id, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 227 H, hidup di Bashrah.
  3. [3] Yahya bin Zakariya bin Abi Za'idah, Al Hamdaniy Al Wadi'iy, Abu Sa'id, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 183 H, hidup di Kufah, wafat di Mada'in.
  4. [4] Muhammad bin Ishaq bin Yasar, Al Muthallibiy, Abu Bakar, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 150 H, hidup di Madinah, wafat di Baghdad.
  5. [5] Ashim bin 'Umar bin Qatadah bin An Nu'man, Al Ausiy Al Anshariy, Abu 'Umar, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 120 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.
  6. [6] Anas bin Malik bin An Nadlir bin Dlamdlom bin Zaid bin Haram, Al Anshariy Al Madaniy, Abu Hamzah, Shahabat, wafat tahun 91 H, hidup di Bashrah.
  7. [7] Utsman bin Abi Sulaiman bin Jubair bin Muth'im, An Naufaliy, Tabi'in (tdk jumpa Shahabat), hidup di Marur Rawdz.