Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 4590

Kitab: Thaharah

Bab: Tidak berwudlu kecuali setelah adanya hadas

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ شُعَيْبٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ عَنْ رَبِيعَةَ
أَنَّهُ كَانَ لَا يَرَى عَلَى الْمُسْتَحَاضَةِ وُضُوءًا عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ إِلَّا أَنْ يُصِيبَهَا حَدَثٌ غَيْرُ الدَّمِ فَتَوَضَّأُ
قَالَ أَبُو دَاوُد هَذَا قَوْلُ مَالِكٍ يَعْنِي ابْنَ أَنَسٍ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Abdul Malik bin Syu'bah[1] telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Wahb[2] telah mengabarkan kepada kami Al-Laits[3] dari Rabi'ah[4] bahwasanya dia tidak berpendapat bahwa wanita mustahadlah harus berwudlu pada setiap kali shalat kecuali apabila dia berhadats selain darah, maka dia harus berwudhu. Abu Dawud berkata; Ini perkataan Malik bin Anas.

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Abdul Malik bin Syu'aib bin Al Laits bin Sa'ad, Al Fahmiy, Abu 'Abdullah , Tabi'ul Atba' kalangan pertengahan, wafat tahun 248 H, hidup di Maru.
  2. [2] Abdullah bin Wahab bin Muslim, Al Qurasyiy, Abu Muhammad, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 197 H, hidup di Maru, wafat di Maru.
  3. [3] Laits bin Sa'ad bin 'Abdur Rahman, Al Fahmiy, Abu Al Harits, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 175 H, hidup di Maru.
  4. [4] Rabi'ah bin Abi 'Abdur Rahman Farrukh, Abu 'Utrsman, Rabi'ah Ar Ra'yi, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 136 H, hidup di Madinah, wafat di Anbar.