Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 4590

Kitab: Pajak, kepemimpinan dan fai

Bab: Penjelasan tentang tempat-tempat pendistribusian bagian seperlima dan saham dzi qurba

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ صَالِحٍ حَدَّثَنَا عَنْبَسَةُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ أَخْبَرَنِي عَلِيُّ بْنُ حُسَيْنٍ أَنَّ حُسَيْنَ بْنَ عَلِيٍّ أَخْبَرَهُ أَنَّ عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ قَالَ
كَانَتْ لِي شَارِفٌ مِنْ نَصِيبِي مِنْ الْمَغْنَمِ يَوْمَ بَدْرٍ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْطَانِي شَارِفًا مِنْ الْخُمُسِ يَوْمَئِذٍ فَلَمَّا أَرَدْتُ أَنْ أَبْنِيَ بِفَاطِمَةَ بِنْتِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاعَدْتُ رَجُلًا صَوَّاغًا مِنْ بَنِي قَيْنُقَاعٍ أَنْ يَرْتَحِلَ مَعِي فَنَأْتِيَ بِإِذْخِرٍ أَرَدْتُ أَنْ أَبِيعَهُ مِنْ الصَّوَّاغِينَ فَأَسْتَعِينَ بِهِ فِي وَلِيمَةِ عُرْسِي فَبَيْنَا أَنَا أَجَمْعُ لِشَارِفَيَّ مَتَاعًا مِنْ الْأَقْتَابِ وَالْغَرَائِرِ وَالْحِبَالِ وَشَارِفَايَ مُنَاخَانِ إِلَى جَنْبِ حُجْرَةِ رَجُلٍ مِنْ الْأَنْصَارِ أَقْبَلْتُ حِينَ جَمَعْتُ مَا جَمَعْتُ فَإِذَا بِشَارِفَيَّ قَدْ اجْتُبَّتْ أَسْنِمَتُهُمَا وَبُقِرَتْ خَوَاصِرُهُمَا وَأُخِذَ مِنْ أَكْبَادِهِمَا فَلَمْ أَمْلِكْ عَيْنَيَّ حِينَ رَأَيْتُ ذَلِكَ الْمَنْظَرَ فَقُلْتُ مَنْ فَعَلَ هَذَا قَالُوا فَعَلَهُ حَمْزَةُ بْنُ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ وَهُوَ فِي هَذَا الْبَيْتِ فِي شَرْبٍ مِنْ الْأَنْصَارِ غَنَّتْهُ قَيْنَةٌ وَأَصْحَابَهُ فَقَالَتْ فِي غِنَائِهَا أَلَا يَا حَمْزُ لِلشُّرُفِ النِّوَاءِ
فَوَثَبَ إِلَى السَّيْفِ فَاجْتَبَّ أَسْنِمَتَهُمَا وَبَقَرَ خَوَاصِرَهُمَا وَأَخَذَ مِنْ أَكْبَادِهِمَا قَالَ عَلِيٌّ فَانْطَلَقْتُ حَتَّى أَدْخُلَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعِنْدَهُ زَيْدُ بْنُ حَارِثَةَ قَالَ فَعَرَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الَّذِي لَقِيتُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا لَكَ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا رَأَيْتُ كَالْيَوْمِ عَدَا حَمْزَةُ عَلَى نَاقَتَيَّ فَاجْتَبَّ أَسْنِمَتَهُمَا وَبَقَرَ خَوَاصِرَهُمَا وَهَا هُوَ ذَا فِي بَيْتٍ مَعَهُ شَرْبٌ فَدَعَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِرِدَائِهِ فَارْتَدَاهُ ثُمَّ انْطَلَقَ يَمْشِي وَاتَّبَعْتُهُ أَنَا وَزَيْدُ بْنُ حَارِثَةَ حَتَّى جَاءَ الْبَيْتَ الَّذِي فِيهِ حَمْزَةُ فَاسْتَأْذَنَ فَأُذِنَ لَهُ فَإِذَا هُمْ شَرْبٌ فَطَفِقَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَلُومُ حَمْزَةَ فِيمَا فَعَلَ فَإِذَا حَمْزَةُ ثَمِلٌ مُحْمَرَّةٌ عَيْنَاهُ فَنَظَرَ حَمْزَةُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ صَعَّدَ النَّظَرَ فَنَظَرَ إِلَى رُكْبَتَيْهِ ثُمَّ صَعَّدَ النَّظَرَ فَنَظَرَ إِلَى سُرَّتِهِ ثُمَّ صَعَّدَ النَّظَرَ فَنَظَرَ إِلَى وَجْهِهِ ثُمَّ قَالَ حَمْزَةُ وَهَلْ أَنْتُمْ إِلَّا عَبِيدٌ لِأَبِي فَعَرَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ ثَمِلٌ فَنَكَصَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى عَقِبَيْهِ الْقَهْقَرَى فَخَرَجَ وَخَرَجْنَا مَعَهُ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Shalih[1], telah menceritakan kepada kami 'Anbasah bin Khalid[2], telah menceritakan kepada kami Yunus[3], dari Ibnu Syihab[4], telah mengabarkan kepadaku Ali bin Husain[5], bahwa Husain bin Ali[6], telah mengabarkan kepadanya bahwa Ali bin Abu Thalib[7] berkata; dahulu aku memiliki unta yang berumur tiga tahun yang merupakan bagianku dari rampasan perang pada perang Badr. Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberiku satu ekor unta yang berumur tiga tahun dari bagian seperlima pada saat itu. Kemudian tatkala aku ingin membangun rumah tangga dengan Fathimah anak Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, aku bersepakat dengan tukang pembentuk perhiasan dari Bani Qainuqa' untuk pergi bersamaku, kemudian kami datang membawa idzkhir (rumput jeruk) yang ingin hendak aku beli dari para tukang pembentuk hiasan, kemudian aku gunakan dalam pesta perkawinanku. Ketika aku sedang mengumpulkan barang-barang untaku yaitu pelana kecil, karung, serta tali. Sementara kedua untaku ditambatkan di samping ruangan seorang laki-laki anshar. Ketika setelah mengumpulkan apa yang aku kumpulkan maka aku datang, dan ternyata kedua untaku telah dipotong punuknya dan perutnya telah robek, dan sebagian hatinya telah terambil. Maka aku tidak mampu untuk menguasai mataku ketika aku melihat hal pemandangan tersebut. Kemudian aku katakan; siapakah yang melakukan hal ini? Mereka berkata; yang melakukannya adalah Hamzah bin Abdul Muththalib, dan ia berada di rumah ini bersama sekelompok orang anshar, seorang budak wanita bernyanyi untuknya dan para sahabatnya. Budak tersebut berkata; wahai Hamzah sembelihlah unta-unta yang gemuk! Kemudian ia melompat mengambil pedang kemudian memotong punuknya dan merobek perut kedua unta tersebut, dan mengambil sebagian hatinya. Ali berkata; kemudian aku pergi dan menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan di sisi beliau terdapat Zaid bin Haritsah. Ia berkata; dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengetahui apa yang aku alami. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Ada apa denganmu?" ia berkata; aku katakan; wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihat seperti hari ini. Hamzah telah menyerang kedua untaku, kemudian memotong punuknya serta menyobek perutnya. Ia berada di suatu rumah bersama sekelompok orang. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam minta untuk diambilkan selendangnya, lalu ia memakainya kemudian beliau pergi dan aku mengikutinya bersama Zaid bin Haritsah hingga sampai ke rumah yang padanya terdapat Hamzah. Kemudian beliau meminta izin lalu beliau diberi izin. Ternyata terdapat sekelompok orang, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mencela Hamzah karena apa yang ia lakukan, ternyata Hamzah sedang mabuk, dan matanya memerah. Lalu ia melihat kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, Kemudian pandangannya naik dan melihat kedua lutut beliau, kemudian naik dan melihat ke pusar beliau, kemudian naik dan melihat wajah beliau. Kemudian Hamzah berkata; kalian hanyalah budak bapakku. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengetahui bahwa ia sedang mabuk. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mundur lalu keluar dan kami pun keluar bersamanya.

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Ahmad bin Shalih, Al Mishriy, Abu Ja'far, Ibnu Ath Thabariy, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 248 H, hidup di Maru.
  2. [2] Anbasah bin Khalid bin Yazid, Al Umawi Al Ayliy, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 198 H, hidup di Maru, wafat di Aylah.
  3. [3] Yunus bin Yazid bin Abi An Najjad, Al Ayliy, Abu Zaid, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 159 H, hidup di Syam, wafat di Maru.
  4. [4] Muhammad bin Muslim bin 'Ubaidillah bin 'Abdullah bin Syihab, Al Qurasyiy Az Zuhriy, Abu Bakar, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 124 H, hidup di Madinah.
  5. [5] Ali bin Al Husain bin 'Ali bin Abi Thalib, Al Hasyimiy, Abu Al Husain, Zainu Al 'Abidin, Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 93 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.
  6. [6] Al Husain bin 'Ali bin Abi Thalib, Abu 'Abdullah , Shahabat, wafat tahun 61 H, hidup di Madinah, wafat di Qumus.
  7. [7] Ali bin Abi Thalib bin 'Abdu Al Muthallib bin Hasyim bin 'Abdi Manaf, Al Hasyimiy, Abu Al Hasan, Abu Turab, Shahabat, wafat tahun 40 H, hidup di Kufah, wafat di Kufah.