Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 4590

Kitab: Pajak, kepemimpinan dan fai

Bab: Larangan menerima pemberian yang melimpah di akhir zaman

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي الْحَوَارِيِّ حَدَّثَنَا سُلَيْمُ بْنُ مُطَيْرٍ شَيْخٌ مِنْ أَهْلِ وَادِي الْقُرَى قَالَ حَدَّثَنِي أَبِى مُطَيْرٌ
أَنَّهُ خَرَجَ حَاجًّا حَتَّى إِذَا كَانَ بِالسُّوَيْدَاءِ إِذَا بِرَجُلٍ قَدْ جَاءَ كَأَنَّهُ يَطْلُبُ دَوَاءً وَحُضُضًا فَقَالَ أَخْبَرَنِي مَنْ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ وَهُوَ يَعِظُ النَّاسَ وَيَأْمُرُهُمْ وَيَنْهَاهُمْ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ خُذُوا الْعَطَاءَ مَا كَانَ عَطَاءً فَإِذَا تَجَاحَفَتْ قُرَيْشٌ عَلَى الْمُلْكِ وَكَانَ عَنْ دِينِ أَحَدِكُمْ فَدَعُوهُ
قَالَ أَبُو دَاوُد وَرَوَاهُ ابْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ سُلَيْمِ بْنِ مُطَيْرٍ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Abu Al Hawari[1], telah menceritakan kepada kami Sulaim bin Muthair[2], seorang syekh dari penduduk Bukit Qura, ia berkata; telah menceritakan kepadaku ayahku yaitu Muthair[3], bahwa ia keluar untuk melakukan haji hingga setelah sampai di As Suwaida` ternyata terdapat seorang laki-laki[4] yang datang sepertinya ia mencari obat, serta hudhadh (semacam obat), kemudian ia berkata; telah mengabarkan kepadaku orang[5] yang telah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada saat haji wada' sedang memberi nasehat kepada orang-orang serta memerintahkan dan melarang mereka. Beliau berkata: "Wahai manusia, ambillah pemberian selama merupakan pemberian. Dan apabila orang-orang Quraisy berselisih memperebutkan kerajaan, dan pemberian yang diberikan raja sebagai ganti agama salah seorang diantara kalian, maka janganlah engkau ambil." Abu Daud berkata; dan telah meriwayatkannya Ibnu Mubarok[6] dari Muhammad bin Yasar[7] dari Salim bin Muthair[8]

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. 1] Ahmad bin 'Abdullah bin maymun bin Al 'Abbas, Al Ghathfaaniy Ad Damasyqiy, Abu Al Hasan, Ibnu Abi Al Hawariy, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 246 H, hidup di Syam.
  2. [2] Sulaim bin Muthair, Al Wadiy, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, hidup di Hamadzan.
  3. [3] Muthair bin Sulaim, Al Wadiy, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa.
  4. [4] Nama tidak diketahui.
  5. [5] Nama tidak diketahui.
  6. [6] Abdullah bin Al Mubarak bin Wadlih, Al Hanzhaliy Al Marwaziy, Abu 'Abdur Rahman, Abdan, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 181 H, hidup di Himash, wafat di Herrat.
  7. [7] Muhammad bin Yasar, Al Marwaziy Al Bashriy, Abu 'Abdullah , Tabi'ul Atba' kalangan tua, hidup di Himsh.
  8. [8] Sulaim bin Muthair, Al Wadiy, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, hidup di Hamadzan.