Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 4590

Kitab: Wasiat

Bab: Larangan untuk menimbulkan madlarat dalam wasiat

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زِيَادٍ حَدَّثَنَا عُمَارَةُ بْنُ الْقَعْقَاعِ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ بْنِ عَمْرِو بْنِ جَرِيرٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَجُلٌ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ حَرِيصٌ تَأْمُلُ الْبَقَاءَ وَتَخْشَى الْفَقْرَ وَلَا تُمْهِلَ حَتَّى إِذَا بَلَغَتْ الْحُلْقُومَ قُلْتَ لِفُلَانٍ كَذَا وَلِفُلَانٍ كَذَا وَقَدْ كَانَ لِفُلَانٍ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Musaddad[1], telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid bin Ziyad[2], telah menceritakan kepada kami 'Umarah bin Al Qa'qa'[3] dari Abu Zur'ah bin 'Amr bin Jarir[4], dari Abu Hurairah[5], ia berkata; seseorang berkata kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling utama? Beliau berkata: "Engkau bersedekah dalam keadaan sehat, bersemangat dan mengharapkan tetap hidup, serta khawatir mengalami kekurangan, dan engkau tidak menunda hingga setelah nyawa telah sampai di tenggorokan engkau mengatakan; untuk Fulan sekian dan untuk Fulan sekian. Dan sungguh harta tersebut telah menjadi milik Fulan."

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Musaddad bin Musrihad bin Musribal bin Mustawrid, Al Asadiy, Abu Al Hasan, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 228 H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah.
  2. [2] Abdul Wahid bin Ziyad, Al 'Abdiy, Abu Bisyir, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 176 H, hidup di Bashrah.
  3. [3] Umarah bin Al Qa'qa' bin Syubrumah, Adl Dlabbiy, Tabi'in (tdk jumpa Shahabat), hidup di Kufah.
  4. [4] Abu Zur'ah bin 'Amru bin Jarir bin 'Abdullah , Al Bajaliy , Abu Zur'ah, Tabi'in kalangan pertengahan, hidup di Kufah.
  5. [5] Abdur Rahman bin Shakhr, Ad Dawsiy Al Yamaniy, Abu Hurairah, Shahabat, wafat tahun 57 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.