Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 4590

Kitab: Jihad

Bab: Larangan membakar musuh dengan api

حَدَّثَنَا أَبُو صَالِحٍ مَحْبُوبُ بْنُ مُوسَى أَخْبَرَنَا أَبُو إِسْحَقَ الْفَزَارِيُّ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ الشَّيْبَانِيِّ عَنْ ابْنِ سَعْدٍ قَالَ غَيْرُ أَبِي صَالِحٍ عَنْ الْحَسَنِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ
كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَانْطَلَقَ لِحَاجَتِهِ فَرَأَيْنَا حُمَرَةً مَعَهَا فَرْخَانِ فَأَخَذْنَا فَرْخَيْهَا فَجَاءَتْ الْحُمَرَةُ فَجَعَلَتْ تَفْرِشُ فَجَاءَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَنْ فَجَعَ هَذِهِ بِوَلَدِهَا رُدُّوا وَلَدَهَا إِلَيْهَا وَرَأَى قَرْيَةَ نَمْلٍ قَدْ حَرَّقْنَاهَا فَقَالَ مَنْ حَرَّقَ هَذِهِ قُلْنَا نَحْنُ قَالَ إِنَّهُ لَا يَنْبَغِي أَنْ يُعَذِّبَ بِالنَّارِ إِلَّا رَبُّ النَّارِ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Abu Shalih Mahbub bin Musa[1], telah mengabarkan kepada kami Abu Ishaq Al Fazari[2], dari Abu Ishaq Asy Syaibani[3], dari Ibnu Sa'd[4], telah berkata selain Shalih, dari Al Hasan bin Sa'd dari Abdurrahman bin Abdullah[5] dari ayahnya[6], ia berkata; kami pernah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam suatu perjalanan, kemudian beliau pergi untuk suatu keperluannya, kemudian kami melihat seekor burung bersama kedua anaknya. Lalu kami mengambil kedua anaknya, kemudian burung tersebut datang dan mengepak-ngepakkan sayapnya. Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam datang dan berkata: "Siapakah yang menyakiti burung ini dengan mengambil anaknya? Kembalikan anaknya kepadanya." Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melihat kelompok semut yang telah kami bakar, kemudian beliau bersabda: "Siapakah yang telah membakar semut ini?" Kami katakan; kami. Beliau berkata: "Sesungguhnya tidak layak untuk menyiksa dengan api kecuali Tuhan Penguasa api."

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. 1] Mahbub bin Musa, Al Anthakiy Al Farra', Abu Shalih, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 230 H, hidup di Syam.
  2. [2] Ibrahim bin Muhammad bin Al Harits bin Asma' bin Kharijah, Al Fazariy, Abu Ishaq, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 185 H, hidup di Syam, wafat di Mushayshah.
  3. [3] Sulaiman bin Abi Sulaiman Fairuz, Asy Syaibaniy, Abu Ishaq, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 138 H, hidup di Kufah.
  4. [4] Al Hasan bin Sa'ad bin Ma'bad, Al Qurasyiy Al Hasyimiy, Tabi'in kalangan biasa, hidup di Kufah.
  5. [5] Abdur Rahman bin 'Abdullah bin Mas'ud, Al Hadzaliy, Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 79 H, hidup di Kufah.
  6. [6] Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib, Al Hadzliy Al Madaniy, Abu 'Abdur Rahman, Ibnu Ummi 'Abd, Shahabat, wafat tahun 32 H, hidup di Kufah, wafat di Madinah.