Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 4590

Kitab: Thaharah

Bab: Apakah wanita harus mengurai rambutnya saat mandi junub

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَوْفٍ قَالَ قَرَأْتُ فِي أَصْلِ إِسْمَعِيلَ بْنِ عَيَّاشٍ قَالَ ابْنُ عَوْفٍ و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَعِيلَ عَنْ أَبِيهِ حَدَّثَنِي ضَمْضَمُ بْنُ زُرْعَةَ عَنْ شُرَيْحِ بْنِ عُبَيْدٍ قَالَ
أَفْتَانِي جُبَيْرُ بْنُ نُفَيْرٍ عَنْ الْغُسْلِ مِنْ الْجَنَابَةِ أَنَّ ثَوْبَانَ حَدَّثَهُمْ أَنَّهُمْ اسْتَفْتَوْا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ أَمَّا الرَّجُلُ فَلْيَنْشُرْ رَأْسَهُ فَلْيَغْسِلْهُ حَتَّى يَبْلُغَ أُصُولَ الشَّعْرِ وَأَمَّا الْمَرْأَةُ فَلَا عَلَيْهَا أَنْ لَا تَنْقُضَهُ لِتَغْرِفْ عَلَى رَأْسِهَا ثَلَاثَ غَرَفَاتٍ بِكَفَّيْهَا

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Auf[1] dia berkata; Saya membaca di dalam kitab Isma'il bin Ayyasy[2] berkata Ibnu Auf, dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Isma'il[3] dari Ayahnya[4] telah menceritakan kepada saya Dlamdlam bin Zur'ah[5] dari Syuraih bin Ubaid[6] dia berkata; Jubair bin Nufair[7] pernah memberi fatwa kepadaku tentang mandi junub, bahwasanya Tsauban[8] pernah menceritakan kepada mereka, bahwasanya mereka pernah meminta fatwa kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang hal tersebut, maka beliau bersabda: "Adapun laki-laki, hendaklah dia menyiram kepalanya, lalu membasuhnya sampai ke pangkal rambut. Sedangkan wanita, maka tidak harus melepaskan sanggul kepalanya. Ciduklah air dan tuangkanlah ke atas kepalanya sebanyak tiga kali cidukan dengan kedua telapak tangannya.

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. 1] Muhammad bin 'Auf bin Sufyan, Ath Tha'iy Al Himshiy, Abu Ja'far, Tabi'ul Atba' kalangan pertengahan, wafat tahun 272 H, hidup di Syam.
  2. [2] Isma'il bin 'Ayyasy bin Sulaim , Al 'Anasiy Al Himshiy, Abu 'Utbah, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 181 H, hidup di Syam.
  3. [3] Muhammad bin Isma'il bin 'Ayyasy bin Sulaim, Al 'Ansiy Al Himshiy, Tabi'ul Atba' kalangan tua, hidup di Syam.
  4. [4] Isma'il bin 'Ayyasy bin Sulaim , Al 'Anasiy Al Himshiy, Abu 'Utbah, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 181 H, hidup di Syam.
  5. [5] Dlamdlom bin Zur'ah bin Tsaub, Al Hadlramiy, Tabi'in (tdk jumpa Shahabat), hidup di Syam.
  6. [6] Syuraih bin 'Ubaid bin Syuraih, Al Hadllramiy Al Muqra'iy, Abu Ash Shalti, Tabi'in kalangan pertengahan, hidup di Syam.
  7. [7] Jubair bin Nufair bin Malik, Abu 'Abdur Rahman, Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 80 H, hidup di Syam, wafat di Syam.
  8. [8] Tsauban bin Bajdad, Abu 'Abdullah , Shahabat, wafat tahun 54 H, hidup di Syam, wafat di Halwan.