Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 4590

Kitab: Puasa

Bab: Dimana iktikaf dilakukan

حَدَّثَنَا هَنَّادٌ عَنْ أَبِي بَكْرٍ عَنْ أَبِي حُصَيْنٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْتَكِفُ كُلَّ رَمَضَانَ عَشَرَةَ أَيَّامٍ فَلَمَّا كَانَ الْعَامُ الَّذِي قُبِضَ فِيهِ اعْتَكَفَ عِشْرِينَ يَوْمًا

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Hannad[1], dari Abu Bakr[2] dari Abu Hushain[3] dari Abu Shalih[4] dari Abu Hurairah[5], ia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beri'tikaf sepuluh hari setiap Bulan Ramadhan. Kemudian tatkala pada tahun meninggalnya, beliau melakukan i'tikaf sebanyak dua puluh hari.

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Hannad bin As Sariy bin Mush'ab, At Tamimiy Ad Darimiy, Abu As Sariy, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 243 H, hidup di Kufah.
  2. [2] Abu Bakar bin 'Ayyasy bin Salim, Al Asadiy, Abu Bakar, Al Muqri'i, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 193 H, hidup di Kufah.
  3. [3] Utsman bin 'Ashim bin Hushain, Al Asadiy, Abu Al Hashin, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 128 H, hidup di Kufah.
  4. [4] Dzakwan, Abu Shalih, Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 101 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.
  5. [5] Abdur Rahman bin Shakhr, Ad Dawsiy Al Yamaniy, Abu Hurairah, Shahabat, wafat tahun 57 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.