Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 4590

Kitab: Puasa

Bab: Kapan musafir boleh berbuka saat keluar dalam perjalanan

حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ ح و حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ مُسَافِرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَحْيَى الْمَعْنَى حَدَّثَنِي سَعِيدُ بْنُ أَبِي أَيُّوبَ وَزَادَ جَعْفَرٌ وَاللَّيْثُ حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ أَنَّ كُلَيْبَ بْنَ ذُهْلٍ الْحَضْرَمِيَّ أَخْبَرَهُ عَنْ عُبَيْدٍ قَالَ جَعْفَرٌ ابْنُ جَبْرٍ قَالَ كُنْتُ مَعَ أَبِي بَصْرَةَ الْغِفَارِيِّ صَاحِبِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفِينَةٍ مِنْ الْفُسْطَاطِ فِي رَمَضَانَ فَرُفِعَ ثُمَّ قُرِّبَ غَدَاهُ قَالَ جَعْفَرٌ فِي حَدِيثِهِ فَلَمْ يُجَاوِزْ الْبُيُوتَ حَتَّى دَعَا بِالسُّفْرَةِ قَالَ اقْتَرِبْ قُلْتُ أَلَسْتَ تَرَى الْبُيُوتَ قَالَ أَبُو بَصْرَةَ أَتَرْغَبُ عَنْ سُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ جَعْفَرٌ فِي حَدِيثِهِ فَأَكَلَ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami 'Ubaidullah bin Umar[1], telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Yazid[2], dan telah diriwayatkan dari jalur yang lain: Telah menceritakan kepada kami Ja'far bin Musafir[3], telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yahya[4] secara makna, telah menceritakan kepadaku Sa'id bin Abu Ayyub[5] -dan Ja'far[6] serta Al Laits[7] menambahkan; telah menceritakan kepadaku Yazid bin Abu Habib[8] - bahwa Kulaib bin Dzuhail Al Hadhrami[9], telah mengabarkan kepadanya dari 'Ubaid[10], ia berkata; Ja'far bin Jabr berkata; aku pernah bersama Abu Bashrah Al Ghifari[11] seorang sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam sebuah kapal dari Al Fusthath pada Bulan Ramadhan, kemudian dihidangkan makan siangnya. Ja'far dalam haditsnya mengatakan; ia belum melewati rumah-rumah hingga ia meminta sufrah (makanan musafir). Ia berkata; mendekatlah. Aku katakan; bukankah engkau melihat rumah-rumah tersebut? Abu Bashrah mengatakan; apakah engkau membenci sunah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam? Ja'far dalam haditsnya berkata; kemudian ia memakannya.

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. 1] Ubaidullah bin 'Umar bin Maysarah, Al Qawaririy Al Bashriy, Abu Sa'id, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 235 H, hidup di Baghdad, wafat di Baghdad.
  2. [2] Abdullah bin Yazid, Al 'Adawiy Al 'Umariy, Abu 'Abdur Rahman, Al Muqri' Al Qashir, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 213 H, hidup di Marur Rawdz, wafat di Marur Rawdz.
  3. [3] Ja'far bin Musafir bin Rasyid, Abu Shalih, Tabi'ul Atba' kalangan pertengahan, wafat tahun 254 H, hidup di Maru.
  4. [4] Abdullah bin Yahya, Al Mu'afiriy Al Burullusiy, Abu Yahya, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 212 H, hidup di Maru, wafat di Barlas.
  5. [5] Sa'id bin Miqlash Abi Ayyub, Al Khaza'iy , Abu Yahya, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 161 H, hidup di Maru.
  6. [6] Ja'far bin Musafir bin Rasyid, Abu Shalih, Tabi'ul Atba' kalangan pertengahan, wafat tahun 254 H, hidup di Maru.
  7. [7] Laits bin Sa'ad bin 'Abdur Rahman, Al Fahmiy, Abu Al Harits, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 175 H, hidup di Maru.
  8. [8] Yazid bin Abi Habib Suwaid, Al Azdiy, Abu Raja', Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 128 H, hidup di Maru.
  9. [9] Kulaib bin Dzuhul, Al Hadlramiy, Tabi'in (tdk jumpa Shahabat), hidup di Maru.
  10. [10] Ubaid bin Jabar, Al Ghifariy Al Quthbiy, Abu Ja'far, Shahabat, wafat tahun 74 H, hidup di Maru, wafat di Iskandariyah.
  11. [11] Humail bin Bashrah bin Waqash, Abu Bashrah, Shahabat, hidup di Maru, wafat di Maru.