Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 4590

Kitab: Puasa

Bab: Orang yang berpuasa diguyur air dan berlebihan dalam melakukan istinsyaq karena rasa haus

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ سُلَيْمٍ عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ كَثِيرٍ عَنْ عَاصِمِ بْنِ لَقِيطِ بْنِ صَبْرَةَ عَنْ أَبِيهِ لَقِيطِ بْنِ صَبْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَالِغْ فِي الِاسْتِنْشَاقِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ صَائِمًا

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id[1] telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sulaim[2] dari Isma'I bin Katsir[3] dari 'Ashim bin Laqith bin Shabrah[4] dari ayahnya yaitu Laqith bin Shabrah[5], ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bersungguh-sungguh dalam beristinsyaq (memasukkan air ke hidung ketika berwudhu) kecuali ketika engkau sedang berpuasa."

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Qutaibah bin Sa'id bin Jamil bin Tharif bin 'Abdullah , Ats Tsaqafiy Al Baghlaniy, Abu Raja', Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 240 H, hidup di Himsh.
  2. [2] Yahya bin Sulaim, Ath Tha'ifiy Al Qurasyiy, Abu Muhammad, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 193 H, hidup di Marur Rawdz, wafat di Marur Rawdz.
  3. [3] Isma'il bin Katsir , Al Hijaziy, Abu Hasyim, Tabi'in (tdk jumpa Shahabat), hidup di Marur Rawdz.
  4. [4] Ashim bin Laqith bin Shabirah, Al 'Aqiliy, Tabi'in kalangan pertengahan, hidup di Hijaz.
  5. [5] Laqith bin Shabirah bin 'Abdullah bin Al Muntafiq bin 'Amir, Al 'Aqiliy, Abu Razin, Shahabat, hidup di Tha'if.