Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 4590

Kitab: Thaharah

Bab: Al iksal (menyetubuhi wanita tanpa mengeluarkan mani)

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مِهْرَانَ الْبَزَّازُ الرَّازِيُّ حَدَّثَنَا مُبَشِّرٌ الْحَلَبِيُّ عَنْ مُحَمَّدٍ أَبِي غَسَّانَ عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ حَدَّثَنِي أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ
أَنَّ الْفُتْيَا الَّتِي كَانُوا يَفْتُونَ أَنَّ الْمَاءَ مِنْ الْمَاءِ كَانَتْ رُخْصَةً رَخَّصَهَا رَسُولُ اللَّهِ فِي بَدْءِ الْإِسْلَامِ ثُمَّ أَمَرَ بِالِاغْتِسَالِ بَعْدُ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Mihran Al-Bazzaz Ar-Razi[1] telah menceritakan kepada kami Mubasysyir Al Halabi[2] dari Muhammad Abu Ghassan[3] dari Abu Hazim[4] dari Sahl bin Sa'd[5] telah menceritakan kepada saya Ubay bin Ka'b[6] bahwa fatwa yang mereka pegang bahwa air (mandi) itu disebabkan karena keluarnya air (mani) adalah suatu rukhshah (keringanan) yang telah diberikan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada permulaan Islam, kemudian beliau menyuruh untuk mandi setelah itu.

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Muhammad bin Mihran, Al Jammal, Abu Ja'far, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 239 H, hidup di Rayi.
  2. [2] Mubasysyir bin Isma'il, Al Kalbiy, Abu Isma'il, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 200 H, hidup di Syam, wafat di Harran.
  3. [3] Muhammad bin Mutharrif bin Daud, At Taymiy Al Laitsiy, Abu Ghassan, Tabi'ul Atba' kalangan tua, hidup di Syam.
  4. [4] Salamah bin Dinar, At Tammar, Abu Hazim, Al A'raj, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 135 H, hidup di Madinah.
  5. [5] Sahal bin Sa'ad bin Malik, As Sa'adiy Al Anshariy, Abu Al 'Abbas, Shahabat, wafat tahun 88 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.
  6. [6] Ubay bin Ka'ab bin Qais, Al Anshariy Al Khazrajiy, Abu Al Mundzir , Shahabat, wafat tahun 32 H, hidup di Madinah.