Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 4590

Kitab: Manasik

Bab: Orang yang mendahulukan sesuatu atas sesuatu yang lain dalam haji

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ الشَّيْبَانِيِّ عَنْ زِيَادِ بْنِ عِلَاقَةَ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ شَرِيكٍ قَالَ
خَرَجْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَاجًّا فَكَانَ النَّاسُ يَأْتُونَهُ فَمَنْ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ سَعَيْتُ قَبْلَ أَنْ أَطُوفَ أَوْ قَدَّمْتُ شَيْئًا أَوْ أَخَّرْتُ شَيْئًا فَكَانَ يَقُولُ لَا حَرَجَ لَا حَرَجَ إِلَّا عَلَى رَجُلٍ اقْتَرَضَ عِرْضَ رَجُلٍ مُسْلِمٍ وَهُوَ ظَالِمٌ فَذَلِكَ الَّذِي حَرِجَ وَهَلَكَ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Abu Syaibah[1], telah menceritakan kepada kami Jarir[2] dari Asy Syaibani[3] dari Ziyad bin 'Ilaqah[4] dari Usamah bin Syarik[5], ia berkata; aku keluar bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam untuk melakukan haji. Dan orang-orang datang kepada beliau, maka ada yang mengatakan; wahai Rasulullah, aku telah melakukan sa'i sebelum melakukan thawaf. Atau aku telah mendahulukan sesuatu dan mengakhirkan sesuatu. Dan beliau mengatakan: "Tidak mengapa, tidak mengapa." Kecuali terhadap seseorang yang telah mencoreng kehormatan seorang muslim dan ia berbuat kedzaliman, maka itulah orang yang berdosa lagi binasa.

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. 1] Utsman bin Muhammad bin Ibrahim bin 'Utsman, Al 'Abasiy, AbuAl Hasan, Ibnu Abi Syaibah, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 239 H, hidup di Kufah.
  2. [2] Jarir bin 'Abdul Hamid bin Qarth, Abu 'Abdullah , Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 188 H, hidup di Kufah.
  3. [3] Sulaiman bin Abi Sulaiman Fairuz, Asy Syaibaniy, Abu Ishaq, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 138 H, hidup di Kufah.
  4. [4] Ziyad bin 'Ilaqah bin Malik, Ats Tsa'labiy, Abu Malik, Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 135 H, hidup di Kufah.
  5. [5] Usamah bin Syarik , Ats Tsa'labiy Adz Dzabiyaaniy, Shahabat, hidup di Kufah.