Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 4590

Kitab: Manasik

Bab: Wanita yang sedang membaca talbiyah mengalami haid, saat musih haji tiba ia membatalkan umrahnya, lalu

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى بْنُ حَمَّادٍ حَدَّثَنَا دَاوُدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ خُثَيْمٍ عَنْ يُوسُفَ بْنِ مَاهَكَ عَنْ حَفْصَةَ بِنْتِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ عَنْ أَبِيهَا
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِعَبْدِ الرَّحْمَنِ يَا عَبْدَ الرَّحْمَنِ أَرْدِفْ أُخْتَكَ عَائِشَةَ فَأَعْمِرْهَا مِنْ التَّنْعِيمِ فَإِذَا هَبَطْتَ بِهَا مِنْ الْأَكَمَةِ فَلْتُحْرِمْ فَإِنَّهَا عُمْرَةٌ مُتَقَبَّلَةٌ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Abdul A'la bin Hammad[1], telah menceritakan kepada kami Daud bin Abdurrahman[2], telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Utsman bin Khutsaim[3] dari Yusuf bin Mahik[4] dari Hafshah binti Abdurrahman bin Abu Bakr[5] dari ayahnya[6] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepada Abdurrahman: "Boncengkan saudarimu 'Aisyah, dan umrahkan dia dari Tan'im, apabila engkau telah sampai di anak bukit hendaknya ia melakukan umrah, sesungguhnya umrah tersebut adalah umrah yang diterima (sah pelaksanaannya)."

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Abdul A'laa bin Hammad bin Nashr, An Narsiy Al Bahiliy, Abu Yahya, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 237 H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah.
  2. [2] Daud bin 'Abdur Rahman, Abu Sulaiman, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 174 H, hidup di Marur Rawdz, wafat di Marur Rawdz.
  3. [3] Abdullah bin 'Utsman bin Khutsaim, Al Qari', Abu 'Utsman, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 132 H, hidup di Marur Rawdz.
  4. [4] Yusuf bin Mahak bin Bahzad, Al Farisiy, Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 110 H, hidup di Marur Rawdz, wafat di Marur Rawdz.
  5. [5] Hafshah binti 'Abdur Rahman bin Abi Bakar, Tabi'in kalangan pertengahan, hidup di Madinah.
  6. [6] Abdur Rahman bin Abi Bakar Ash Shiddiq, At Taymiy, Abu Muhammad, Shahabat, wafat tahun 53 H, hidup di Madinah, wafat di Jauzijan.