Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 4590

Kitab: Shalat

Bab: Apa yang dibaca setelah salam

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ عُلَيَّةَ عَنْ الْحَجَّاجِ بْنِ أَبِي عُثْمَانَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الزُّبَيْرِ عَلَى الْمِنْبَرِ يَقُولُ
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا انْصَرَفَ مِنْ الصَّلَاةِ يَقُولُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ أَهْلُ النِّعْمَةِ وَالْفَضْلِ وَالثَّنَاءِ الْحَسَنِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سُلَيْمَانَ الْأَنْبَارِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدَةُ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ قَالَ كَانَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الزُّبَيْرِ يُهَلِّلُ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ فَذَكَرَ نَحْوَ هَذَا الدُّعَاءِ زَادَ فِيهِ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ لَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ لَهُ النِّعْمَةُ وَسَاقَ بَقِيَّةَ الْحَدِيثِ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada Kami Muhammad bin Isa[1], ia berkata; telah menceritakan kepada Kami Ibnu 'Ulayyah[2] dari Al Hajjaj bin Abu 'Utsman[3] dari Abu Az Zubair[4], ia berkata; saya mendengar Abdullah bin Az Zubair[5] di atas mimbar berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam apabila selesai dari shalat mengucapkan: "LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAHU, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA 'ALAA KULLI SYAI-IN QADIIR, LAA ILAAHA ILLALLAAHU MUKHLISHIINA LAHUD DIIN, WALAU KARIHAL KAAFIRUUN, AHLUN NI'MATI WAL FADHLI WATS TSANAAIL HASAN, LAA ILAAHA ILLALLAAHU MUKHLISHIINA LAHUD DIIN WALAU KARIHAL KAAFIRUUN." (Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya, milikNya seluruh kerajaan, dan bagi-Nya segala puji dan Dia Maha Mampu melakukan segala sesuatu, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Kami memurnikan ketundukan kepadaNya, walaupun orang-orang kafir merasa tidak senang. Dialah Yang Pemilik segala kenikmatan, karunia serta pujian yang baik. Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Kami memurnikan ketundukan kepadaNya walaupun orang-orang kafir merasa tidak senang). Telah menceritakan kepada Kami Muhammad bin Sulaiman Al Anbari[6], telah menceritakan kepada Kami 'Abdah[7] dari Hisyam bin 'Urwah[8] dari Abu Az Zubair[4], ia berkata; Abdullah bin Az Zubair[5] bertahlil setiap selesai shalat, kemudian menyebutkan doa seperti ini dan ia menambahkan; LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH, LAA ILAAHA ILLALLAAHU, LAA NA'BUDU ILLAA IYYAAHU, LAHUN NI'MATU (tidak ada daya dan kekuatan kecuali karena Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Kami tidak menyembah kecuali hanya kepadaNya, bagiNya segala kenikmatan), dan ia menyebutkan kelanjutan hadits tersebut.

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Muhammad bin 'Isa bin Najih, Al Baghdadiy, Abu Ja'far, Ibnu Ath Thabba', Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 224 H, hidup di Thabariyah, wafat di Thabariyah.
  2. [2] Isma'il bin Ibrahim bin Muqsim, Al Asadiy, Abu Bisyir, Ibnu 'Ulayyah, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 193 H, hidup di Bashrah, wafat di Baghdad.
  3. [3] Hajjaj bin Abi 'Utsman Maysarah, Abu Ash Shalti, Ash Shawwaf, Tabi'in (tdk jumpa Shahabat), wafat tahun 143 H, hidup di Bashrah.
  4. [4] Muhammad bin Muslim bin Tadrus, Al Asadiy, Abu Az Zubair, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 126 H, hidup di Marur Rawdz.
  5. [5] Abdullah bin Az Zubair bin Al 'Awwam bin Khuwailid bin Asad, Al Asadiy Al Qurasyiy, Abu Bakar, Shahabat, wafat tahun 73 H, hidup di Marur Rawdz, wafat di Marur Rawdz.
  6. [6] Muhammad bin Sulaiman, Al Anbariy, Abu Harun, Tabi'in (tdk jumpa Shahabat), wafat tahun 234 H, hidup di Anbar.
  7. [7] Abdah bin Sulaiman, Al Kilabiy, Abu Muhammad, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 187 H, hidup di Kufah, wafat di Kufah.
  8. [8] Hisyam bin 'Urwah bin Az Zubair bin Al 'Awwam, Al Asadiy, Abu Al Mundzir, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 145 H, hidup di Madinah, wafat di Baghdad.
  9. [9] Muhammad bin Muslim bin Tadrus, Al Asadiy, Abu Az Zubair, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 126 H, hidup di Marur Rawdz.
  10. [10] Abdullah bin Az Zubair bin Al 'Awwam bin Khuwailid bin Asad, Al Asadiy Al Qurasyiy, Abu Bakar, Shahabat, wafat tahun 73 H, hidup di Marur Rawdz, wafat di Marur Rawdz.