Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 4590

Kitab: Shalat

Bab: Menghapus hukum (wajibnya) shalat malam, dan kemudahan di dalamnya

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْمَرْوَزِيُّ ابْنِ شَبُّوَيْهِ حَدَّثَنِي عَلِيُّ بْنُ حُسَيْنٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ يَزِيدَ النَّحْوِيِّ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ
فِي الْمُزَّمِّلِ
{ قُمْ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا نِصْفَهُ }
نَسَخَتْهَا الْآيَةُ الَّتِي فِيهَا
{ عَلِمَ أَنْ لَنْ تُحْصُوهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْ فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْ الْقُرْآنِ }
وَنَاشِئَةُ اللَّيْلِ أَوَّلُهُ وَكَانَتْ صَلَاتُهُمْ لِأَوَّلِ اللَّيْلِ يَقُولُ هُوَ أَجْدَرُ أَنْ تُحْصُوا مَا فَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ مِنْ قِيَامِ اللَّيْلِ وَذَلِكَ أَنَّ الْإِنْسَانَ إِذَا نَامَ لَمْ يَدْرِ مَتَى يَسْتَيْقِظُ وَقَوْلُهُ أَقْوَمُ قِيلًا هُوَ أَجْدَرُ أَنْ يَفْقَهَ فِي الْقُرْآنِ وَقَوْلُهُ
{ إِنَّ لَكَ فِي النَّهَارِ سَبْحًا طَوِيلًا }
يَقُولُ فَرَاغًا طَوِيلًا

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Muhammad Al Mawarzi Ibnu Syabbuwaih[1] telah menceritakan kepadaku Ali bin Husain[2] dari ayahnya[3] dari Yazid An Nahwi[4] dari Ikrimah[5] dari Ibnu Abbas[6] dia berkata mengenai surt Al Muzammil, yaitu; "Bangunlah (shalat) di malam hari, kecuali sedikit daripadanya, (yaitu) separuhnya." (QS Al Muzammil; 2-3). Ayat tersebut di hapus dengan surat ini, yaitu; "Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur'an." (QS Al Muzzamil; 20). Maksud dari "Nasyi`atul lail" adalah shalat tahajjudnya mereka (para sahabat) di awal malam (sebelum di mansukh)." Ibnu Abbas melanjutkan; "Tahajjud di awal malam lebih sesuai untuk kamu tentukan batas waktu bangun malam yang telah di wajibkan Allah atas kamu. Hal itu karena manusia, apabila telah tidur, ia tidak tahu kapan dirinya bangun." Maksud firman Allah; "Aqwamu qiila" ialah lebih sesuai untuk memahami AL Qur'an (ketika di baca pada malam hari) " dan maksud ayat; "Inna laka fin nahaari sabhan thawiila" ialah kesempatan yang panjang."

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. 1] Ahmad bin Muhammad bin Tsabit, Al Khaza'iy Al Makhuwaniy, Abu Al Hasan, Ibnu Syabbuwaih, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 230 H, hidup di Himsh, wafat di Thabariyah.
  2. [2] Ali bin Al Husain bin Waqid, Al Marwaziy, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 211 H, hidup di Kafar Jadiya.
  3. [3] Al Husain bin Waqid, Abu 'Ali, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 159 H, hidup di Himsh.
  4. [4] Yazid bin Abi Sa'id, An Nahwiy Al Marwaziy, Abu Al Hasan, Tabi'in (tdk jumpa Shahabat), wafat tahun 131 H, hidup di Kufur Jadiya.
  5. [5] "Ikrimah, maula Ibnu 'Abbas", Al Barburiy, Abu 'Abdullah , Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 104 H, hidup di Madinah.
  6. [6] Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim , Al Qurasyiy Al Hasyimiy, Abu Al 'Abbas, Shahabat, wafat tahun 68 H, hidup di Marur Rawdz, wafat di Tha'if.