Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 4590

Kitab: Thaharah

Bab: Makruhnya menghadap kiblat saat buang hajat

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ فَارِسٍ حَدَّثَنَا صَفْوَانُ بْنُ عِيسَى عَنْ الْحَسَنِ بْنِ ذَكْوَانَ عَنْ مَرْوَانَ الْأَصْفَرِ قَالَ
رَأَيْتُ ابْنَ عُمَرَ أَنَاخَ رَاحِلَتَهُ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ثُمَّ جَلَسَ يَبُولُ إِلَيْهَا فَقُلْتُ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَلَيْسَ قَدْ نُهِيَ عَنْ هَذَا قَالَ بَلَى إِنَّمَا نُهِيَ عَنْ ذَلِكَ فِي الْفَضَاءِ فَإِذَا كَانَ بَيْنَكَ وَبَيْنَ الْقِبْلَةِ شَيْءٌ يَسْتُرُكَ فَلَا بَأْسَ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya bin Faris[1] telah menceritakan kepada kami Shafwan bin Isa[2] dari Al Hasan bin Dzakwan[3] dari Marwan Al Ashfar[4] dia berkata; Saya pernah melihat Ibnu Umar[5] menderumkan untanya menghadap kiblat, lalu dia duduk dan buang air kecil dalam keadaan menghadapnya, lalu saya bertanya; "wahai Abu Abdurrahman, bukankah hal ini telah dilarang?" Dia menjawab; "Benar, akan tetapi hal itu dilarang jika dilakukan di tempat terbuka, apabila antara dirimu dan kiblat ada sesuatu yang menutupimu, maka itu tidaklah mengapa."

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. 1] Muhammad bin Yahya bin 'Abdullah bin Khalid bin Faris bin Dzu'aib, Adz Dzuhaliy An Naisaburiy, Abu 'Abdullah , Tabi'ul Atba' kalangan pertengahan, wafat tahun 258 H, hidup di Himsh.
  2. [2] Shafwan bin 'Isa, Az Zuhriy, Abu Muhammad, Al Qassam, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 200 H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah.
  3. [3] Al Hasan bin Dzakwan, Al Bashriy, Abu Salamah, Tabi'in (tdk jumpa Shahabat), hidup di Bashrah.
  4. [4] Marwan bin Khafan, Al Bashriy, Abu Khalaf, Al Ashfar, Tabi'in (tdk jumpa Shahabat), hidup di Bashrah.
  5. [5] Abdullah bin 'Umar bin Al Khaththab bin Nufail, Al 'Adawiy Al Qurasyiy, Abu 'Abdur Rahman, Shahabat, wafat tahun 73 H, hidup di Madinah, wafat di Marur Rawdz.