Renungan

Saking nikmatnya berbisnis, banyak dari kalangan kaum Muslimin yang tidak lagi peduli dengan halal atau haram. Tidak ingat kematian dan pertanggung jawaban akhirat bagi semua harta dihasilkannya.

Semasa hidup di dunia mereka sibuk berbisnis dengan Tuhan Pencipta untuk kepentingan keselamatan umat manusia, sementara para penghuni Neraka sibuk berbisnis dengan setan.

Dalam kondisi umat manusia hari ini yang sedang kehilangan pegangan dan petunjuk hidup, maka nilai Hidayah terasa sangat mahal. Dengan Hidayah itulah manusia hidup mulia dan selamat dunia akhirat.

Iblis adalah bapak materialisme pertama di alam semesta. Kebanggaan dan klaimnya tidak didasari pengetahuan, bahwa api lebih baik dari tanah adalah bukti Iblis penganut faham materialisme.

Kehidupan kita yang abadi dan kekal adalah di akhirat kelak. Kenyataannya kita sering lupa sehingga sebagian besar potensi diri dan waktu yang kita miliki, kita curahkan untuk kepentingan dunia.