Renungan

Ibu tidak mengenal waktu mencurahkan kasihnya. Sejak pertama kali ia mual karena ngidam, sebenarnya ia sudah tersiksa demi janin yang dikandungnya.

“Ibumu adalah favorit. Ibumu adalah mbak favourite, adik favourite, mantu favourite... semua orang dalam keluarga besar kita selalu mem-favouritekan beliau”, seolah ayah mengiringi pesan agar mencontoh ibu bila ingin dicintai seisi keluarga.

Pagi tadi, saat bersiap-siap untuk berangkat ke kantor, tiba-tiba Syaikhan yang biasanya belum bangun ketika saya berangkat, bangun dan menangis serta memanggil-manggil saya.

Lagi pula menghormati istri tidak mesti demikian, mengapa harus lomba masak memasak? Apa tidak ada acara lain yang lebih elok dalam menghormati, tepatnya menyayangi istri.

"Kita hanya perlu membuang ‘sedikit’ dari kebiasaan kita agar sesuai dengan kebiasaan nabi.” Untuk beberapa saat sang ustadz terdiam.