Dari Abu Hurairah ra. berkata: "Ketika turun pada Rasulullah saw. ayat: Lillaahi maa fis samaawaati wa maa filardhi wa in tubduu maa fii anfusikum au tukhfuuhu yuhaasibkum bihillaah (Kepunyaan Allahlah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu), maka para sahabat Rasulullah saw. merasa berat lantas datang kepada Rasulullah saw. dengan berjongkok dan berkata: "wahai Rasulullah, kami telah dapat melaksanakan amal-amal perbuatan yang dibebankan kepada kami dengan sekuat tenaga yaitu: "shalat, berjuang, puasa dan sedekah; tetapi tentang kandungan ayat ini kami merasa tidak mampu untuk melaksanakannya". Beliau bersabda: "Apakah kamu sekalian hendak berkata sebagaimana yang dikatakan oleh Ahli-Ahli Kitab sebelum kamu, di mana mereka mengatakan: "Kami mendengar dan kami melanggarnya"; tetapi katakanlah: "Sami’naa wa atha`naa ghufraanaka Rabbanaa wa ilaikal-mashiir (Kami mendengar dan kami mentaatinya. Ampunilah kami wahai Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali)". Ketika ayat tadi telah dibaca oleh para sahabat dan lidah mereka ringan untuk membacanya lantas Allah Ta'ala menurunkan ayat itu selengkapnya yaitu yang berbunyi: Aamanar-rasuulu bimaa unzila ilaihi mir Rabbihil, wal-muminuuna kullun aamana billaahi wa malaa ‘ikatihii wa kutubihii wa rusulihii laa nufarriqu baina ahadim mir rusulihii wa qaaluu sami’naa wa atha naa ghufraanaka Rabbanaa wa ilaikal mashiir (Rasul telah beriman kepada AI-Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. Mereka mengatakan: "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun dengan yang lain dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami mendengar dan kami mentaatinya. Ampunilah kami wahai Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali)". Ketika mereka telah melaksanakan kandungan ayat tersebut kemudian dimansukh oleh Allah Ta'ala, lantas Allah `azza wa jalla menurunkan ayat yang berbunyi: “Laa yukallifullaahu nafsan illaa wus’ahaa lahaa maa kasabat wa alaihaa maktasabat. Rabbanaa laa tu’aakhidznaa in nasiinaa au akhtha’naa (Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. la mendapat pahala dari kebajikan yang diusahakannya dan ia mendapat siksa dari kejahatan yang diusahakannya. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau tersalah)". Dijawab: "Ya". “Rabbanaa wa laa tahmil ‘alainaa ishran kamaa hamaltahuu ‘alal-ladziina min qablinaa (Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana yang Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami)". Dijawab: "Ya". “Rabbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa thaaqata lanaa bih (Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya)". Dijawab: "Ya". Wa’fu ‘annaa waghfir lanaa warhamnaa anta maulaanaa fanshurnnaa ‘alal-qaumil-kaafiriin (Beri maaflah kami, ampunilah kami dan berilah rahmat kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir)". Dijawab: "Ya". (Riwayat Muslim).

Other drugs are used to treat high blood stress. What do you have to study about where to buy Viagra online? It may have sundry brands, but only one ATC Code. A diffuse sexual appeal among men is the erectile dysfunction. Impotence can be an early warning symptom of grave soundness problem. Many of the drugs used to treat melancholia can also suppress your sex drive and they can lead to a delay in your orgasm. A long list of common drugs can lead to such disorder. If you need to take prescription medicaments, ask your sex therapist to check your testosterone levels before.