Dari Shuhaib ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: "Pada zaman dahulu ada seorang raja yang mempunyai seorang tukang sihir, kemudian ketika tukang sihir itu sudah lanjut usia ia berkata kepada rajanya: "Sesungguhnya saya sekarang sudah lanjut usia, oleh karena itu perkenankanlah saya meminta supaya tuan mengirimkan seorang pemuda kepada saya di mana saya akan mengajarkan ilmu sihir kepadanya".

Other drugs are used to treat high blood tension. What do you have to study about where to buy Viagra online? It may have sundry brands, but only one ATC Code. A diffuse sexual claim among men is the erectile dysfunction. Impotence can be an early warning symptom of grave heartiness problem. Many of the drugs used to treat melancholia can also suppress your sex drive and they can lead to a delay in your orgasm. A long list of common drugs can lead to such disorder. If you need to take recipe medicaments, ask your sex therapist to check your testosterone levels before.

Raja itu pun mengirimkan seorang pemuda untuk belajar sihir kepadanya. Ketika pemuda itu berjalan menuju ke tempat tukang sihir itu maka di tengah jalan bertemu dengan seorang pendeta kemudian pemuda itu berhenti dan mendengarkan apa yang disampaikan oleh pendeta itu, oleh karenanya pemuda itu terlambat datang ke tempat tukang sihir. Ketika pemuda sampai ke tempat tukang sihir maka dipukulnya pemuda itu, kemudian ia mengadukannya kepada pendeta itu, lantas si pendeta itu berkata: "Bila kamu takut terhadap tukang sihir itu maka katakanlah bahwa keluargamu menahan kamu, dan bila kamu takut terhadap keluargamu maka katakanlah bahwa tukang sihir itu menahanmu". Pada suatu hari ketika ia berjalan dijumpainya di tengah jalan seekor binatang yang sangat besar sehingga menjadikan orang-orang terhenti (tidak berani berjalan), pada saat itu si pemuda tadi berkata: "Nah hari ini aku akan mengetahui tukang sihirkah yang lebih utama ataukah pendeta?"

Pemuda itu mengambil batu seraya berkata: "Wahai Allah, bila ajaran pendeta itu lebih Engkau sukai maka matikanlah binatang yang sangat besar itu agar orang-orang dapat meneruskan perjalanannya". Kemudian ia melemparkan batu itu maka matilah binatang yang sangat besar itu, dan orang-orang pun dapat melanjutkan perjalanannya. la mendatangi sang pendeta dan menceriterakan apa yang baru saja terjadi, maka berkatalah sang pendeta kepadanya: "Wahai anakku, kamu sekarang lebih utama daripada saya karena kamu telah menguasai segala apa yang kuketahui, dan kamu nanti akan mendapat ujian; bila kamu diuji janganlah kamu menyebut-nyebut namaku". Kemudian pemuda itu dapat menyembuhkan buta, belang dan jenis-jenis penyakit yang lain. Terdengarlah berita bahwa kawan sang raja sakit mata hingga buta dan sudah diusahakan ke mana-mana tapi belum juga sembuh. Kemudian datanglah ia kepada pemuda itu dengan membawa beraneka macam hadiah serta berkata: "Apakah kamu dapat menyembuhkan saya?" Pemuda itu menjawab: "Sesungguhnya saya tidak bisa menyembuhkan seseorang, yang menyembuhkan adalah Allah Ta'ala. Bila engkau beriman kepada Allah Ta'ala niscaya saya akan berdoa kepada Allah agar la menyembuhkan penyakitmu". Maka berimanlah orang itu kepada Allah Ta'ala dan disembuhkan-Nya penyakitnya itu. Orang itu datang ke tempat sang raja dan duduk-duduk bersamanya sebagaimana biasa, kemudian sang raja bertanya kepadanya: "Siapakah yang menyembuhkan matamu itu". la menjawab: "Tuhanku". Sang raja berkata: "Apakah kamu mempunyai Tuhan selain aku?" la menjawab : "Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah". Maka raja itu langsung menyiksanya sehingga orang itu menunjuk kepada pemuda tadi. Maka dipanggillah pemuda itu dan berkatalah sang raja kepadanya: "Hai anakku sihirmu sangat ampuh sehingga dapat menyembuhkan buta dan penyakit belang serta kamu berbuat ini dan itu". Pemuda itu menjawab: "Sesungguhnya yang bisa menyembuhkan adalah Allah Ta'ala". Maka langsung disiksalah pemuda itu sehingga ia menunjuk kepada sang pendeta maka dipanggillah pendeta itu serta dikatakan kepadanya: "Kembalilah kamu kepada agamamu semula", tetapi pendeta itu tidak mau, kemudian raja itu menyuruh untuk mengambil gergaji dan diletakkanlah gergaji itu di atas kepalanya serta digergajilah ia sehingga badannya terbelah dua. Kemudian dipanggillah kawan raja itu dan dikatakan kepadanya: "Kembalilah kamu pada agamamu semula". Tetapi orang itu enggan kemudian ia digergaji sejak dari atas kepalanya sehingga badannya terbelah dua. Kemudian dipanggillah pemuda itu dan dikatakan kepadanya: "Kembalilah kamu pada agamamu semula", tetapi pemuda itu enggan kemudian ia diserahkan kepada pasukannya dan memerintahkan supaya membawanya ke suatu gunung, dan bila sudah sampai di puncak gunung mereka supaya memaksa untuk kembali kepada agamanya semula dan bila tidak mau maka ia harus dilemparkan biar mati. Pasukan itu pun membawa pemuda tadi ke puncak gunung, dan di sana pemuda itu berdoa: "Wahai Allah hindarkanlah saya dari kejahatan mereka sesuai dengan apa yang Engkau kehendaki". Kemudian bergoncanglah gunung itu sehingga pasukan tadi menggelundung dari atas gunung. Pemuda itu datang lagi kepada sang raja, lantas sang raja bertanya: "Apa yang diperbuat oleh pasukan itu?" Pemuda itu menjawab: "Allah Ta'ala telah menghindarkan saya dari kejahatan mereka. Pemuda itu diserahkan kepada kelompok pasukan yang lain dan mengatakan supaya membawa pemuda itu naik kapal dan bila telah sampai di tengah-tengah lautan mereka supaya memaksa untuk kembali kepada agamanya semula dan bila tidak mau maka ia harus dibuang di tengah-tengah lautan itu. Pasukan itu pun membawa pemuda tadi naik kapal, kemudian pemuda itu berdoa: "Wahai Allah, hindarkanlah saya dari kejahatan mereka sesuai dengan apa yang Engkau kehendaki". Kemudian terbaliklah kapal itu dan tenggelamlah mereka itu. Pemuda tadi datang lagi kepada sang raja, dan sang raja berkata: "Apakah yang diperbuat oleh pasukan itu?" Pemuda itu menjawab: "Allah Ta'ala telah menghindarkan aku dari kejahatan mereka". Kemudian pemuda itu berkata kepada sang raja: "Sesungguhnya engkau tidak akan bisa mematikan saya sebelum engkau memenuhi perintahku". Raja itu berkata: "Apakah yang engkau inginkan?". Pemuda itu menjawab: "Engkau harus mengumpulkan orang banyak dalam satu lapangan dan gantunglah saya di atas sebuah tiang kemudian ambillah anak panahku dari tempatnya serta letakkanlah pada busurnya kemudian bacalah "Bismillaahi Rabbil ghulaam (dengan rnenyebut nama Allah, Tuhan pemuda ini)" lantas lepaskanlah anak panah itu kepada diriku.

Apabila engkau berbuat seperti itu maka berarti engkau berhasil membunuh saya. Maka raja itu mengumpulkan orang banyak pada salah satu lapangan dan menggantung pemuda itu di atas tiang kemudian ia mengambil anak panah dari tempatnya dan diletakkan pada busurnya kemudian ia membaca: "Bismillaahi Rabbil ghulaam (Dengan menyebut nama Allah, Tuhan pemuda ini)". Lantas melepaskan anak panah itu kepada pemuda tadi dan mengenai pelipisnya kemudian pemuda itu meletakkan tangannya pada pelipis itu terus matilah ia. Pada saat itu orang-orang berkata: "Kami beriman dengan Tuhannya pemuda itu". Ada seseorang yang menyampaikan berita itu kepada sang raja seraya berkata: "Tahukah engkau, apa yang kau khawatirkan sekarang telah menjadi kenyataan. Demi Allah kekhawatiranmu tidak ada gunanya sama sekali karena orang-orang sudah beriman". Kemudian raja itu memerintahkan untuk membuat parit yang besar pada setiap persimpangan jalan dan pada parit itu supaya dinyalakan api, dan raja memerintahkan pula siapa saja yang tidak mau kembali kepada agama semula maka supaya dilemparkan ke dalam parit itu.

Maka hal yang demikian itu dilaksanakanlah, dan ada seorang wanita yang membawa bayinya kemudian merasa sangat kasihan kepada anaknya kalau ia beserta bayinya itu masuk ke dalam parit, akan tetapi bayi itu berkata kepadanya: "Wahai ibu sabarlah engkau karena engkau berada di dalam kebenaran". (Riwayat Muslim).